Refleksi Guru IPS Kelas 9 Semester 1
Meniti Harmoni dalam Pembelajaran dan Kebiasaan Positif
Ada satu pertanyaan yang kerap muncul di benak saya setiap akhir semester: Apakah saya sudah memberikan yang terbaik untuk siswa saya? Semester 1 ini terasa seperti perjalanan panjang yang penuh warna. Ada saat-saat di mana saya merasa bangga melihat siswa antusias belajar, namun ada pula tantangan yang menguji kesabaran dan kreativitas saya sebagai guru.
Salah satu tantangan yang cukup terasa adalah pengelolaan waktu dan pembiasaan siswa. Berbagai pembiasaan positif seperti literasi, kebersihan, hingga makan sehat telah menjadi bagian dari aktivitas sekolah. Namun, sebagai guru IPS kelas 9, saya sering merenung bagaimana kegiatan ini dapat berjalan lebih optimal dan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi benar-benar membentuk karakter siswa.
Dalam pembelajaran, saya merasa bahagia dapat mendampingi siswa memahami materi IPS. Meski di beberapa hari saya harus absen karena keperluan mendesak atau kondisi kesehatan, saya selalu berusaha memastikan pembelajaran tetap berjalan dengan baik. Proses ini mengajarkan saya bahwa menjadi guru bukan hanya soal mengajar di kelas, tetapi juga memberikan solusi ketika situasi tidak ideal terjadi. Salah satu contoh adalah penggunaan smartphone dalam pembelajaran. Tidak semua siswa membawa perangkat atau memiliki kuota internet, tetapi dengan memberikan alternatif berupa penugasan lain, saya berupaya agar siswa tetap mendapatkan hak belajarnya secara adil dan merata.
Khusus untuk kebersihan, meskipun telah menjadi rutinitas harian, pelaksanaannya masih belum menyeluruh di setiap kelas. Ada kelas yang melaksanakan dengan baik, namun ada pula yang memerlukan perhatian lebih. Dalam hal ini, pengawasan dan kepedulian dari wali kelas menjadi sangat penting untuk memastikan kegiatan kebersihan berjalan maksimal. Dengan perhatian lebih, kebersihan tidak perlu digabungkan dengan kegiatan lain seperti makan sehat, sehingga setiap aktivitas dapat berjalan fokus dan bermakna.
Catatan penting lainnya adalah terkait pelaksanaan literasi 45 menit yang diikuti oleh 3 jam pelajaran. Waktu yang cukup panjang ini membutuhkan penyesuaian agar siswa tetap fokus dan pembelajaran tidak terasa membebani. Saya juga berpikir bahwa kegiatan mingguan seperti makan sehat bersama dan kebersihan perlu dirancang ulang, dengan memisahkan pelaksanaannya agar siswa dapat memahami dan menghargai tujuan dari masing-masing kegiatan tersebut.
Di sisi lain, suasana sosial di lingkungan sekolah menjadi aspek yang patut disyukuri. Hubungan saya dengan rekan guru dan staf terasa semakin harmonis, mengalir dengan baik berkat kepemimpinan yang inklusif, proporsional, dan profesional dari atasan. Kepemimpinan ini menciptakan orkestrasi yang sinergis, di mana setiap elemen sekolah bekerja sama dalam harmoni untuk mencapai tujuan bersama. Suasana kerja yang positif ini memberikan motivasi tambahan bagi saya untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik bagi siswa.
Refleksi semester ini mengingatkan saya bahwa menjadi guru bukan hanya soal menyampaikan materi, tetapi juga membangun kebiasaan positif yang melekat dalam keseharian siswa. Meski perjalanan ini tidak selalu mudah, saya percaya bahwa dengan kolaborasi, pengawasan yang baik, dan semangat belajar yang terus menyala, segala tantangan dapat diatasi. Semester ini menjadi pengingat untuk terus memberikan yang terbaik, tidak hanya untuk siswa, tetapi juga untuk diri saya sendiri sebagai seorang pendidik.
Ciawi, 9 Januari 2025
Guru Mata Pelajaran IPS
Ridwan

Komentar
Posting Komentar
Silahkan berkomentar dengan bijak