"Perjalanan Ziebril dan Growth mindset"
Ziebril adalah seorang anak yang
sangat berbakat dalam menggambar. Ia sering mendapat pujian dari teman-teman
dan gurunya. Namun, ada satu hal yang selalu membuatnya ragu: ia tidak bisa
mewarnai dengan baik. “Aku memang tidak berbakat mewarnai,” keluh Ziebril
setiap kali ia melihat hasil karyanya yang terasa kurang memuaskan.
Suatu hari, gurunya, Bu Sinta,
mengadakan lomba menggambar dengan tema “Alam Impian.” Ziebril sangat
bersemangat. Ia menggambar pohon raksasa dengan burung-burung ajaib yang
terbang di langit. Namun, saat tiba waktunya mewarnai, Ziebril berhenti.
Tiba-tiba ia merasa takut: "Bagaimana kalau warnanya jelek dan
merusak gambarku?"
Melihat Ziebril menjawab, Bu Sinta
mendekatinya.
“Ziebril, kenapa berhenti?” tanya Bu Sinta.
“Aku takut gagal, Bu. Aku tidak bisa
mewarnai,” jawab Ziebril pelan.
Bu Sinta tersenyum. “Ziebril,
kegagalan itu bukan akhir. Justru dari kegagalan, kamu bisa belajar. Coba saja
dulu. Kalau hasilnya kurang baik, kita cari tahu bagaimana cara
memperbaikinya.”
Meski ragu, Ziebril mencoba. Ia mulai
dengan warna hijau untuk pohon, biru untuk langit, dan kuning untuk
burung-burung ajaibnya. Saat selesai, ia merasa warnanya kurang hidup. Namun,
dia tidak menyerah. Ia bertanya kepada Bu Sinta bagaimana cara membuat gradasi
warna. Bu Sinta mengajarkannya dengan sabar, dan Ziebril mencoba lagi, kali ini
lebih percaya diri.
Ketika hasil akhir diumumkan, Ziebril
tidak memenangkan lomba. Namun, sesuatu yang lebih besar terjadi: ia merasa
bangga. “Tapi, sekarang aku tahu cara membuat warna lebih hidup. Aku akan terus
belajar!” katanya dengan senyum lebar.
Bu Sinta mengangguk, “Itulah yang
namanya growth mindset , Ziebril. Kamu tidak
menyerah dan percaya bahwa kamu bisa berkembang. Kemenangan terbesar adalah
ketika kamu mempelajari sesuatu yang baru.”
Sejak hari itu, Ziebril selalu mencoba hal baru tanpa takut gagal. Ia menyadari bahwa proses belajar itu sama berharganya dengan hasil akhirnya
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cerita diatas menggambarkan bagaimana growth mindset dapat membantu seseorang mengatasi rasa takut gagal dan berkembang. Melalui karakter Ziebril, kita melihat bagaimana pandangan terhadap kegagalan dapat diubah dari sesuatu yang menakutkan menjadi peluang untuk belajar dan tumbuh.
Pesan Utama dalam Cerita:
1.
Kegagalan Adalah Bagian dari Proses
Pada
awalnya, Ziebril merasa takut untuk mewarnai karena ia khawatir akan gagal.
Namun, dengan dorongan dari gurunya, ia memahami bahwa kegagalan bukanlah
akhir, melainkan bagian dari proses belajar.
2.
Pentingnya Dukungan dan Motivasi
Kehadiran
Bu Sinta sebagai mentor sangatlah penting. Ia memberikan arahan dan dukungan
yang membuat Ziebril berani mencoba lagi. Ini menunjukkan bahwa lingkungan yang
positif dapat membantu seseorang mengembangkan pola pikir berkembang.
3.
Belajar dari Kesalahan
Ketika
hasil mewarnai Ziebril kurang memuaskan, ia tidak menyerah. Sebaliknya, ia
bertanya dan mempelajari teknik baru. Ini menegaskan bahwa seseorang bisa terus
berkembang jika mau belajar dari kekurangan.
4.
Proses Lebih Penting Daripada Hasil
Meskipun Ziebril
tidak memenangkan lomba
- Jangan takut mencoba sesuatu yang baru, meskipun awalnya sulit
- Lihatlah setiap tantangan sebagai peluang untuk belajar.
- Kegagalan adalah guru terbaik jika kita mau melepaskan diri.
- Dukunglah orang lain untuk tumbuh, seperti yang dilakukan Bu Sinta.


Sangat menginspirasi
BalasHapus