Globalisasi pada Masyarakat Indonesia

 

Dampak globalisasi adalah bisa baik maupun negatif.(SHUTTERSTOCK)


Jan Aart Scholte menyebutkan bahwa pengertian globalisasi adalah proses meningkatnya interdependensi antara aktor negara dan non-negara pada skala global sehingga hubungan sosial dalam suatu masyarakat secara signifikan dibentuk dan dipengaruhi dimensi hubungan sosial yang lebih luas pada skala dunia. 

Proses globalisasi sebenarnya sudah terjadi sangat lama, terutama sejak abad ke-15 Masehi saat bangsa Eropa melakukan penjelajahan besar-besaran dengan berlayar mengarungi samudera. Mereka kemudian bertemu bangsa lain dan melakukan penaklukan (penjajahan) di wilayah yang mereka singgahi. Ketika itu semboyan yang mengusung misi gold, glory, dan gospel atau 3G merupakan salah satu bentuk globalisasi. 

Pada era sekarang, proses globalisasi rasanya tidak bisa dibendung atau bahkan semakin cepat penyebarannya. Ini karena kemajuan teknologi hampir di semua bidang mendukung hal tersebut. Contoh kecil globalisasi adalah seperti terkoneksinya jaringan internet yang bisa menghubungkan orang dari dua kota berbeda hingga dari dua benua berbeda. Singkatnya, proses globalisasi sampai detik ini masih terus berjalan. Semua nilai kebudayaan dari bangsa lain dapat mudah diketahui dengan layanan internet. Dengan adanya globalisasi, dunia yang begitu luas dan jarak antarnegara yang jauh tidak lagi menjadi penghalang untuk saling berhubungan. Proses globalisasi didukung oleh kemajuan teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi. Dengan adanya kemajuan tersebut hubungan antarmanusia menjadi lebih mudah. 

Dahulu orang berkomunikasi melalui telegram dan surat biasa yang memerlukan waktu lama. Sekarang kita dapat menggunakan internet yang lebih mudah dan cepat. 
Globalisasi terdiri dari beberapa bentuk, berikut beberapa bentuk globalisasi. 

1. Globalisasi transportasi 
Globalisasi transportasi merupakan peningkatan mobilitas manusia dan barang di seluruh dunia. Hal ini mencakup perkembangan dalam transportasi udara, laut, dan darat yang telah mengurangi jarak geografis antar negara. Contohnya adalah pesatnya pertumbuhan maskapai penerbangan internasional dan jaringan jalan tol internasional yang memudahkan perdagangan. 

2. Globalisasi ekonomi 
Globalisasi ekonomi merupakan peningkatan perdagangan internasional dan investasi lintas batas. Hal ini mencakup perusahaan multinasional yang beroperasi di berbagai negara dan pasar global, serta memungkinkan produk dan layanan dapat diakses oleh konsumen di seluruh dunia. Contoh globalisasi ekonomi adalah pertumbuhan e-commerce dan perjanjian perdagangan bebas antarnegara. 

3. Globalisasi Budaya 
Globalisasi budaya merupakan penyebaran unsur-unsur budaya seperti makanan, mode, musik, dan film dari satu negara atau budaya ke budaya lainnya. Hal ini memungkikan terciptanya budaya yang semakin terbuka dan beragam. Contohnya adalah penyebaran makanan cepat saji internasional seperti burger dan pizza. 

4. Globalisasi IPTEK 
Globalisasi IPTEK (Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Inovasi) merupakan pertukaran pengetahuan dan teknologi di seluruh dunia. Hal ini mencakup kolaborasi ilmiah antarnegara, penemuan baru yang dapat digunakan secara global, dan transfer teknologi yang melintasi batas-batas nasional. Contohnya adalah penemuan vaksin COVID-19 yang dibagikan ke seluruh dunia 

5. Globalisasi Komunikasi 
Globalisasi komunikasi merupakan peningkatan konektivitas melalui teknologi komunikasi seperti internet, media sosial, dan telepon seluler. Hal ini telah menghubungkan manusia dari berbagai belahan dunia dan memungkinkan pertukaran informasi secara instan. Contohnya adalah penggunaan platform media sosial, seperti TikTok, Facebook, Twitter, dan Instagram yang digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

Sumber: https://money.kompas.com/read/2022/05/01/154914826/pengertian-globalisasi-ciri-penyebab-dan-dampaknya?page=all

Komentar

Postingan Populer